Jakarta, Kompas – Untuk meningkatkan upaya penanggulangan bencana, salah satu prioritas yang dilakukan adalah membangun Pusat Pengendali Operasi Kedaruratan.
Terkait hal itu, Pemerintah Perancis memberi bantuan hibah sebesar 2,5 juta euro (sekitar Rp 32,5 miliar) untuk membangun sistem komunikasi.
“Kami berharap semua data nanti bisa disampaikan secara online, juga menggunakan telepon satelit,” kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie di Jakarta, Rabu (27/2).
Saat ini, Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana (Bakornas PB) dengan dukungan Pemerintah Perancis telah membangun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) di tingkat nasional dan tiga Pusdalops di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, dan DKI Jakarta.
Menyusul selanjutnya akan dibangun antara lain di DI Yogyakarta, Bali, dan Jambi.
Rombongan Pemerintah Perancis yang hadir antara lain Menteri Kerja Sama Internasional Perancis Andre Wiltzer, Menteri Dalam Negeri Masse Henri, dan Duta Besar Perancis untuk Indonesia Boivineau Carherine.
“Sebanyak 2,5 juta euro itu merupakan bantuan untuk tahap pertama. Bantuan itu tidak termasuk bantuan tahap kedua untuk tiga provinsi,” kata Andre Wiltzer.
Komunikasi terputus
Beberapa kendala yang dihadapi dalam penanganan darurat antara lain komunikasi tidak lancar akibat terputusnya hubungan komunikasi terutama untuk daerah-daerah terpencil, seperti pulau-pulau kecil yang banyak terdapat di Indonesia.
Dengan telah selesainya kerja sama awal peningkatan kapasitas Pusdalops ini diharapkan upaya penanggulangan bencana akan bisa ditingkatkan, karena dengan Pusdalops yang baik maka diharapkan arus informasi dan komunikasi menjadi lebih baik dan lebih cepat sehingga dapat diambil kebijakan yang tepat dalam penanganan bencana.
Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi serta kerja sama antar-Pusdalops yang beroperasi penuh 24 jam setiap hari, maka kinerja penanganan kedaruratan dapat ditingkatkan.
Setiap daerah saat ini perlu didorong untuk memiliki Pusdalops yang bisa saling berhubungan atau bisa berkomunikasi setiap saat.
Dana sebesar 2,5 juta euro tersebut diberikan dalam bentuk peralatan komunikasi dan pelatihan bagi petugas yang bertugas berjaga 24 jam per hari. Sedangkan pemerintah daerah akan menyiapkan gedung Pusdalops dengan dana yang dialokasikan dari APBD dan APBN. (LOK)