Arsip untuk Februari, 2008

Penanggulangan Bencana,Perancis Beri Bantuan 2,5 Juta Euro

Jakarta, Kompas – Untuk meningkatkan upaya penanggulangan bencana, salah satu prioritas yang dilakukan adalah membangun Pusat Pengendali Operasi Kedaruratan.

Terkait hal itu, Pemerintah Perancis memberi bantuan hibah sebesar 2,5 juta euro (sekitar Rp 32,5 miliar) untuk membangun sistem komunikasi.

“Kami berharap semua data nanti bisa disampaikan secara online, juga menggunakan telepon satelit,” kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie di Jakarta, Rabu (27/2).

Saat ini, Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana (Bakornas PB) dengan dukungan Pemerintah Perancis telah membangun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) di tingkat nasional dan tiga Pusdalops di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, dan DKI Jakarta.

Menyusul selanjutnya akan dibangun antara lain di DI Yogyakarta, Bali, dan Jambi.

Rombongan Pemerintah Perancis yang hadir antara lain Menteri Kerja Sama Internasional Perancis Andre Wiltzer, Menteri Dalam Negeri Masse Henri, dan Duta Besar Perancis untuk Indonesia Boivineau Carherine.

“Sebanyak 2,5 juta euro itu merupakan bantuan untuk tahap pertama. Bantuan itu tidak termasuk bantuan tahap kedua untuk tiga provinsi,” kata Andre Wiltzer.

Komunikasi terputus

Beberapa kendala yang dihadapi dalam penanganan darurat antara lain komunikasi tidak lancar akibat terputusnya hubungan komunikasi terutama untuk daerah-daerah terpencil, seperti pulau-pulau kecil yang banyak terdapat di Indonesia.

Dengan telah selesainya kerja sama awal peningkatan kapasitas Pusdalops ini diharapkan upaya penanggulangan bencana akan bisa ditingkatkan, karena dengan Pusdalops yang baik maka diharapkan arus informasi dan komunikasi menjadi lebih baik dan lebih cepat sehingga dapat diambil kebijakan yang tepat dalam penanganan bencana.

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi serta kerja sama antar-Pusdalops yang beroperasi penuh 24 jam setiap hari, maka kinerja penanganan kedaruratan dapat ditingkatkan.

Setiap daerah saat ini perlu didorong untuk memiliki Pusdalops yang bisa saling berhubungan atau bisa berkomunikasi setiap saat.

Dana sebesar 2,5 juta euro tersebut diberikan dalam bentuk peralatan komunikasi dan pelatihan bagi petugas yang bertugas berjaga 24 jam per hari. Sedangkan pemerintah daerah akan menyiapkan gedung Pusdalops dengan dana yang dialokasikan dari APBD dan APBN. (LOK)

Komentar bertahan »

Tahun 2030 Surabaya Makin Tidak Nyaman Ditinggali

suarasurabaya.net| Tahun 2030, Surabaya dan hampir seluruh kota di Indonesia akan semakin tidak nyaman ditinggali karena daya dukung kota semakin tidak mampu menopang pertumbuhan.

ENDRA SALEH ATM, SP, MSc, DEA Staf Ahli Dirjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum (PU) pada suarasurabaya.net, Kamis (21/02) mengatakan, skenario ini juga pernah dipaparkan dalam International Panel On Climate Change. Bukan bermaksud menakut-nakuti, namun fenomena global ini juga bakal dirasakan rakyat Indonesia termasuk Jatim bahkan Surabaya.

Bencana banjir yang datang tiap tahun dan kekeringan panjang sudah mulai terasa beberapa tahun belakangan ini. Perkembangan kota yang menghilangkan daerah konservasi alam dan air akan mengakibatkan, terjadinya krisis air pada tahun 2015.

“Pada tahun 2030 penataan ruang yang semrawut pada era sebelumnya menngakibatkan iklim menjadi ekstra hot pada musim kemarau ekstra wet pada musim hujan. Musim hujan relatif akan lebih pendek namun intensitas hujan menjadi lebih tinggi sedangkan musim kemarau menjadi makin sangat panjang. Menghadapi kenyataan ini diakui dia sangat terlambat mengantisipasinya.

Perubahan iklim lanjut ENDRA juga punya dampak sosial yang mengkhawatirkan. Musim panas yang sangat panjang membuat arus urbanisasi dari pedesaan menuju kota kian tinggi. Ini tak dibarengi dengan daya dukung kota yang memadai. Akhirnya timbulah problem sosial, kemiskinan, kejahatan, dan pengangguran.

Departemen Pekerjaan Umum punya kebijakan yang sifatnya adaptif dan mitigatif untuk menghadapi masalah ini. Kebijakan adaptif bersifat imbauan pada masyarakat agat menyesuaikan diri pada lingkungan. Sedangkan kebijakan mitigatif diupayakan melalui pengedalian penyebab terjadinya bencana seperti regulasi tata ruang dan pembatasan emisi karbon.(edy/ipg/ipg)

Komentar bertahan »

Pemprop Jatim,Beri Insentif Tanam Pohon di Sekitar Hutan

suarasurabaya.net| Pemprop Jawa Timur akan memberi insentif penanaman pohon bagi warga di sekitar hutan. Insentif atau imbalan itu akan diberikan mulai tahun ini, bisa dalam bentuk uang atau sistem bagi hasil.

SOEKARWO Sekdaprop Jawa Timur pada RANGGA reporter Suara Surabaya, Selasa (19/02), mengatakan insentif yang mungkin akan diberikan pada warga di sekitar hutan untuk menanam pohon dan menjaga hutan di sana, diantaranya bagi hasil. Misalnya, warga diminta ikut menanam sengon dan nanti hasilnya bisa dibagi dua, misalnya warga dapat 25%.

Hal ini, kata SOEKARWO, dapat diterima warga karena solusinya sangat menguntungkan buat warga. Daripada selama ini dengan alasan menjaga hutan, warga di sekitar hutan hanya dilarang-larang saja, tidak boleh menebang dan sebagainya.

Kebijakan lama ini, menurut SOEKARWO terbukti tidak efektif, karena warga yang tinggal di sekitar hutan kebanyakan warga miskin.

Selain untuk kelestarian sumber daya alam sekaligus mencegah erosi dan banjir, kata SOEKARWO, Pemprop menganggarkan Rp 200 milyar untuk penanaman bakau di tepi-tepi pantai. Penanaman bakau terakhir dilakukan di Sidoarjo beberapa waktu yang lalu. (kss/tin)

Komentar bertahan »

Lima Mechanical Screen Dioperasikan Bulan Ini

suarasurabaya.net| Lima mechanical screen atau penyaring sampah mekanik di lima titik sungai bulan ini sudah dioperasikan.

Penyaring sampah mekanik itu dipasang di ujung Kali Solotigo, Bozem Morokrembangan, Kali Pesapen, dan dua di Kali Tambak Wedi.

SRI MULYONO Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya pada TEGUH reporter Suara Surabaya, Selasa (19/02) mengatakan, penyaring sampah mekanik yang pembangunannya dibiayai APBN, rencananya baru tiga bulan ke depan akan diserahkan ke Pemkot.

Sekarang operasional penyaring sampah mekanik itu masih dibawah pengawasan Dinas Permukiman dan Pra Sarana Wilayah Propinsi, ujar SRI MULYONO.

Dengan penyaring sampah mekanik itu diharapkan jumlah sampah yang dibuang warga ke sungai bisa diantisipasi agar tidak masuk langsung ke bozem dan menyebabkan banjir.

SRI MULYONO mengatakan, selain mengantisipasi dengan penyaring sampah mekanik, Pemkot juga terus melakukan pembersihan sampah-sampah yang masuk ke bozem, khususnya di Morokrembangan.(ipg)

Komentar bertahan »

Imbas Banjir di Pati, Kepadatan Jalur Utama Bojonegoro Meningkat 10 Kali

suarasurabaya.net| Akibat jalur pantai utara (Pantura) ditutup, kepadatan di jalan nasional di Bojonegoro meningkat 10 kali lipat. Ini terjadi sejak 2 hari lalu yang disebabkan banjir di kawasan Pati Jawa Tengah.

Sebagian besar kendaraan jurusan Surabaya-Semarang dan sebaliknya yang biasanya melalui Pati, Tuban, Babat, Surabaya dialihkan melalui jalur utama Bojongero. Spontan jalur Bojonegoro semakin padat. Setiap jam sekitar 500-600 kendaraan roda empat melintas.

AKP HERY SUCAHYO Kasatlantas Polres Bojonegoro pada JOE reporter Suara Bojonegoro Indah dalam Jaring Suara Surabaya, Selasa (19/02), mengatakan kenaikan ini hampir 10 kali lipat.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah menurunkan petugas yang secara intensif turut mengawasi dan berpatroli di jalan-jalan yang padat termasuk memantau 24 jam. Meski terjadi kepadatan, arus lalu lintas tetap dinamis dan pengguna jalan diminta waspada mengingat sempitnya ruas jalan. (tin)

Komentar bertahan »

Menkominfo Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Bencana

suarasurabaya.net| Masyarakat harus menyikapi bencana alam tidak lagi dari kacamata nasional tapi dari pandangan global. Pandangan masyarakat juga harus terarah pada bencana alam yang muncul akibat perubahan iklim adalah masalah seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia saja.

Demikian disampaikan M.NUH Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) pada suarasurabaya.net, Sabtu (23/02). M.NUH meminta masyarakat menyikapi perubahan iklim dengan langkah riil.

Langkah riil itu, kata M.NUH, adalah dengan penanaman pohon. Di setiap rumah dan lahan-lahan kosong diharapkan bisa ditanami tanaman yang punya akar.

Dampak bencana alam akibat kerusakan alam ada pada semua aspek sosial budaya masyarakat, kata M.NUH, kegiatan ekonomi terkendala akibat banjir, transportasipun terputus. Sehingga nantinya akan ada kesadaran untuk menjaga lingkungan dan membantu sesama.

“Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan terutama agar mereka melihat bahwa walaupun bukan korban bencana alam tetapi kesadaran akan pelestarian alam tetap harus dipupuk,” tandas M.NUH.(bir/ipg)

Komentar bertahan »

Semarang Siagakan Lokomotif Penggerak Lebih Tinggi

suarasurabaya.net| PT Kereta Api Daops IVSemarang menambah lokomotif penggerak yang lebih tinggi agar kereta api terhindar dari banjir karena rel yang masih terendam air.

DIANA dari Radio Rasika Semarang pada Jaring Radio Suara Surabaya, Rabu (20/02), melaporkan, lokomotif penggerak tambahan itu dibuat untuk menjemput kereta api dari arah timur atau Surabaya sementara lokomotif yang lain dipakai dari arah barat atau arah Jakarta. Lokomotif penggerak akan terus difungsikan selama genangan air masih ada.

WARSONO Humas Daops IV Semarang mengatakan kemarin pihaknya sempat kerepotan saat ada kedatangan kereta api dari timur dan barat. Namun kejadian seperti itu tidak akan terulang seperti hari ini.

Dengan tambahan lokomotif itu kereta api yang melintasi Semarang akan terlayani dengan baik meski tetap diinstruksikan untuk mengurangi laju kereta.

Sementara itu genangan air di Stasiun Tawang masih tampak meski tidak sedalam kemarin. Namun aktifitas kedatangan dan keberangkatan kereta masih berjalan normal.(bir/ipg)

Komentar (1) »

Diimbau Bangun Waduk, Pengembang Malah Tanya Aturan

suarasurabaya.net| Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya mengimbau pengembang di kawasan Surabaya barat untuk membangun waduk dan bosem untuk resapan air.

TRI RISMA HARINI Kepala Bappeko Surabaya pada Suara Surabaya, Rabu (20/02), mengatakan imbauan ini agar pada saat musim hujan air tidak langsung ke bawah atau menggerojok ke kawasan yang lebih rendah, mengingat kawasan Surabaya barat termasuk kawasan tertinggi di Surabaya.

Manfaat pembangunan waduk dan bosem ini kata TRI RISMA ada dua. Pertama, air yang ada di bawah bisa dialirkan ke sungai induk dengan pompa sedangkan air yang ada di atas bisa tertampung sehingga tidak menambah beban. Manfaat kedua, kata TRI RISMA pada saat musim kemarau intrusi air laut diwilayah yang lebih rendah bisa dicegah.

Diharapkan dalam 1 tahun ke depan, banjir di kawasan Surabaya dapat terkurangi dan tidak seperti kejadian di Jakarta beberapa waktu lalu, kata RISMA.

“Mereka minta aturannya mana? Nah, aturan itu kan bisa dibuat tetapi makan waktu lama. Padahal ini sudah mendesak. Kami minta bantuan dan mengimbau membantu program penanganan banjir ” ujar RISMA ketika ditanya mengenai respon pengembang.

Melihat dari tata ruang yang ada kata RISMA banyak sekali yang bisa dimanfaatkan untuk sumur resapan atau fasum. Semakin banyak sumur resapan semakin bagus kata RISMA.

Para pengembang juga akan diuntungkan dengan adanya pembangunan ini kata RISMA. Keuntungan tersebut diantaranya akses keluar-masuk ke tempat pengembang tidak akan terganggu banjir. Kedua, air yang tertampung bisa untuk menambah simpana mereka atau fasilitas tambahan. Ia menambahkan bila pengembang juga tidak tertarik untuk membangun waduk dan bosem maka Pemkot akan menyiapkan regulasinya.(kss)

Komentar bertahan »

Jatim Gagas Badan Tata Ruang dan Lingkungan

suarasurabaya.net| Pembentukan Badan Tata Ruang dan Lingkungan mengacu pada UU No 26 Tahun 2007 tentang tata ruang dan Perda Jawa Timur No 1 Tahun 2006 tentang tata ruang Jawa Timur 2005-2020. Peraturan itu mengamanatkan pembentukan institusi tata ruang.

EDI WAHYUDI Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur pada MARTHA reporter Suara Surabaya, Selasa (19/02) mengatakan pembentukan Badan Tata Ruang dan Lingkungan karena masih banyaknya bencana yang terjadi di Jawa Timur terutama akibat tata ruang yang sama, sehinga terjadi alih fungsi lahan dan illegal logging., EDI mengatakan diharapkan dengan keberadaan Badan Tata Ruang dan Lingkungan, maka bencana banjir di Jawa Timur bisa ditekan. Badan Tata Ruang dan Lingkungan ini memiliki 4 fungsi utama sebagai perencana, pengendali, pengawasan dan pemanfaatan. (kss/tin)

Komentar bertahan »

Hujan Deras di Jember, Tebing Longsor Mengancam Warga Dusun Rayap

suarasurabaya.net| Akibat hujan deras 2 hari berturut-turut tebing di Dusun Rayap Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Jember, longsor, Rabu (27/02) dini hari. Meski tidak ada korban dalam musibah tanah longsor tersebut, namun sebuah rumah dekat longsoran rusak.

NIKEN dari Radio Mutiara Jember dalam Jaring Suara Surabaya, Kamis (28/02), melaporkan tanah longsor hingga saat ini masih mengancam 7 rumah di Dusun Rayap. Pasca longsor warga masih membersihkan sisa longsoran.

AKP SUBIANTO Kapolsek Arjasa menyatakan akan segera menurunkan personil untuk mengantisipasi longsor susulan. SUBIANTO juga terus memperingatkan warga agar mengungsi ke daerah yang lebih aman. (tin)

Komentar bertahan »