Arsip untuk Profil Cepu

Banjir Rendam 65 Rumah

[IndoPos] WONOGIRI-Bencana alam kembali melanda Wonogiri. Kali ini, terjadi di Desa Panekan dan Desa Baleharjo Kecamatan Eromoko. Sebuah jembatan putus dan 65 rumah di dua desa itu terendam akibat hujan deras dan banjir bandang yang terjadi, Selasa (26/2) sore lalu.

Rudatin Haryanto, salah satu warga Eromoko, kemarin (27/2) mengatakan, bencana di dua desa itu terjadi Selasa mulai pukul 14.00. “Saat itu mulai turun hujan sangat deras dan lama,” kata pria yang akrab disapa Rudy itu.

Air hujan membuat banyak rumah warga tergenang. Pelan namun pasti ketinggian air terus bertambah. Beberapa saat kemudian, ketinggian air naik cukup tinggi. Usut punya usut, ternyata terjadi banjir bandang atau banjir kiriman di sungai Jurang Gondok. Salah satu sungai besar di Eromoko itu membelah Panekan dan Baleharjo. “Air sungai meluap ke kampung yang dilalui,” jelas Rudy.

Luapan banjir bandang itu membuat banyak rumah tergenang hingga ketinggian sekitar 50 sentimeter. Tidak hanya itu, hantaman banjir bandang juga membuat satu jembatan di Desa Baleharjo putus dan lenyap terbawa air. Lahan pertanian seluas sekitar lima hektare pun tergenang air dan rusak parah. Padahal tanaman di lahan tersebut sudah siap panen.

Putusnya jembatan itu membawa dampak lanjutan bagi warga beberapa dusun di sana, utamanya warga Dusun Kwangsan dan Bulu. Akses keluar masuk dua dusun itu putus. Alhasil, warga harus memutar melintasi wilayah dusun lain.

Peristiwa itu, kemarin dilaporkan ke Pemkab Wonogiri. Begitu mendapat laporan, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Wonogiri Drs Jarwadi langsung menyiapkan 75 paket bantuan sembako untuk warga korban banjir. Bantuan sembako itu sangat bermanfaat bagi warga sebab, banjir merendam hampir semua barang milik mereka, termasuk cadangan pangan. Kemarin (27/2), bantuan langsung disalurkan kepada yang bersangkutan. Selain Dinkesos, pihak terkait lain di Wonogiri juga mulai melakukan penanganan sesuai kewenangan masing-masing.

Sementara itu, di Desa Hargorejo, Kecamatan Tirtomoyo, hujan deras menyebabkan banjir dan tanah longsor. Talud jembatan Pucangan sepanjang 25 meter ambrol digerus air. Tidak hanya itu, rumah Tikem warga Dusun Dawuhan RT 02 RW 04 Desa Hargorejo rusak berat terkena tanah longsor. ” Semua perabotan di rumah ukuran 6 x 9 meter itu ringsek, beruntung tiga jiwa penghuninya selamat,” kata Camat Tirtomoyo, Drs Tardjo Harsono dalam laporannya.(ito/nan)

Komentar bertahan »

2.000 Pulau Bakal Tenggelam

JAKARTA, KOMPAS – Akibat perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut, diperkirakan sekitar 2.000 pulau di Indonesia pada tahun 2030 akan tenggelam. Karena itu, berbagai upaya untuk memperlambat pemanasan global harus dilakukan

Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan hal itu sebelum acara penyerahan Sinar Mas Global Warming Competition Award, Rabu (16/1) di Jakarta.
Rachmat Witoelar mengatakan, dalam catatan rata-rata tahunan, tahun 1998 memiliki rekor suhu terpanas mencapai 26,5 derajat Celsius, naik 1 derajat Celsius dari rekor sebelumnya. Meningkatnya pemanasan secara global ini memengaruhi permukaan air laut yang makin meningkat pula.
Rachmat juga mengemukakan, hasil pemantauan tinggi permukaan air laut yang dilakukan pada 1925-1989 cenderung meningkat.
Di Jakarta kenaikan permukaan air laut 4,38 milimeter per tahun, Semarang 9,27 milimeter per tahun, dan Surabaya 4,38 milimeter per tahun.
Untuk memperlambat pemanasan global, banyak hal yang bisa dilakukan. Bagi kalangan pengusaha diimbau agar perusahaannya jangan mengeluarkan polusi ke udara.
Di sisi lain harus menyiapkan dana dan melakukan upaya penghutanan kembali.
Dalam upaya membangun kesadaran bagi masyarakat mengenai dampak dari pemanasan global, Garin Nugroho dari PT Karya SET Film bekerja sama dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Sinar Mas mengadakan kegiatan workshop lingkungan hidup, lomba iklan layanan masyarakat, film, dan poster lingkungan hidup.
(NAL)

Komentar bertahan »

Cepu, Blora Jawa Tengah

Cepu, Blora *)

Cepu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah Indonesia. Kecamatan ini terletak di perbatasan dengan provinsi Jawa Timur, dan dilewati jalan yang menghubungkan Surabaya – Purwodadi & Semarang.

Pada jaman penjajahan, Cepu merupakan salah satu kota penting, karena kandungan minyak dan hutan jatinya. Di Cepu dapat dijumpai beberapa bangunan peninggalan Belanda yang masih awet hingga masa kini. Salah satu bangunan yang unik adalah, loji klunthung. Selain itu, untuk mendukung transportasi masa itu, dibangun pula jalur kereta api yang menghubungkan Jawa Timur – Jawa tengah via Cepu.Di Ngloram, juga bisa ditemui bekas landasan pesawat terbang peninggalan Belanda

Daerah ini telah lama dikenal memiliki persediaan minyak bumi. Pada tahun 2005, Cepu mendapat perhatian nasional karena penemuan adanya deposit minyak yang melimpah di Blok Cepu.

Kekayaan alam lainnya adalah kerajinan rakyat dari kayu jati dan wisata hutan jati dengan kereta api kuno

Kebudayaan dan makanan khas

Cepu memiliki seni tradisi tari Tayub. Masyarakatnya terbagi atas kelas pengangguran, buruh/ karyawan, pedagang, pengrajin, pensiunan, petani, seniman dan pelajar.

Pola hidup masyarakat Cepu cenderung konsumtif.

Cepu memiliki jenis sayuran yang sangat beragam, dan tidak dimiliki oleh daerah lain. Misalnya sejenis tumbuhan temu kunci yang lalu dijadikan masakan sayur. Tumbuhan ini terdapat di hutan-hutan jati, buah sejenis mentimun yang disebut krai oleh masyarakat setempat, daun kedondong sebagai bahan sayur, dan kepompong ulat pohon jati yang dimasak dengan cabe sebagai makanan favorit, selain nasi pecel.

Kota yang terletak diantara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini juga dialiri oleh Bengawan Solo, sungai terpanjang di Pulau Jawa. Di Cepu dikenal musim pladu yaitu masa dimana ikan-ikan mabuk dan mengapung dan menepi ke pinggir sungai karena air keruh akibat hujan. Ikan-ikan yang sering dijadikan tangkapan adalah ikan bethik dan ikan wader. Dahulu masa ini dijadikan andalan menutupi kebutuhan gizi keluarga sekaligus sumber rezeki, namun sekarang musim ini jarang terjadi. Hal ini dikarenakan adanya perubahan ekosistem di hulu maupun di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.

Beberapa instansi yang mendominasi kegiatan Kota Cepu yaitu PT Pertamina EP, Pusdiklat Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM),Sekolah Tingi Energi dan Mineral DESDM dan Perum Perhutani. Perekonomiannya ditopang oleh masyarakat yang berprofesi sebagai PNS. Para pendatang juga berperan besar pada laju perekonomian kota Cepu. Pertaniannya merupakan sawah tadah hujan, sebagian kecil yang berada di tepi Bengawan Solo memakai irigasi. Kayu jati semakin susah ditemukan di Cepu akibat penebangan hutan pada masa awal reformasi. Tata kotanya kurang bagus, namun saat ini sudah mulai dibenahi seiring dengan adanya Blok Cepu.

Desa/kelurahan

*) dari wikipedia Indonesia

Komentar (1) »