Pemda dikritik soal bencana

Pemerintah Indonesia menilai, tingginya korban akibat bencana alam karena pemerintah daerah kurang sigap dalam mengantisipasi bencana.

Pemerintah pusat mengaku telah memperingatkan hal ini melalui peta rawan bencana.

Namun pemerintah daerah berdalih, kelalaian masyarakat yang tidak menghiraukan imbauan agar tidak menempati daerah rawan bencana sebagai penyebabnya .

Menteri Kordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie mengatakan sejak tahun 2005 pemerintah telah mengeluarkan peta rawan bencana di beberapa daerah di Indonesia.

Namun, dalam diskusi mengenai penangangan bencana di Istana Wakil Presiden, Aburizal Bakrie menegaskan bahwa peta ini tidak digunakan secara maksimal oleh pemerintah daerah dalam mengantisipasi bencana alam.

Tidak mendengar

Bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan deras terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sejak akhir tahun yang menewaskan sedikitnya 80 orang.

Salah satu wilayah dengan jumlah korban terbesar adalah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dengan 62 korban tewas.

Dan wilayah itu memang termasuk ke dalam daerah rawan bencana dalam peta milik pemerintah pusat.

Namun, Bupati Karang Anyar Rina Iriani menyatakan warga tidak mendengarkan peringatan pemda sebelumnya.

Dalam peta yang disusun oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional ini, terdapat wilayah rawan bencana di semua provinsi Indonesia.

Penentuan kawasan rawan ini dibuat berdasarkan peta gerakan tanah dan curah hujan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika.

 [BBCIndonesia.com/Sigit Pramono]

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: