Juni 2008 Jakarta Banjir Pasang 3 meter

Gizi.net – JAKARTA, Investor Daily
Seorang ahli tata air dari Belanda Aart R Van Nes memperkirakan Jakarta akan mengalami banjir air pasang laut hingga ketinggian 3 m pada 4 Juni 2008. Prediksi tersebut berdasarkan analisis yang mengacu pada keberadaan matahari dan bulan. “Air pasang bakal terjadi di Jakarta bagian utara hingga ketinggian 3 m pada Juni 2008,” kata Nes, usai menemui Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Prijanto, di Balai Kota Jakata, Kamis (6/12).

Menurut konsultan dari Belanda tersebut, meningkatnya ketinggian air tersebut merupakan sirklus 18,5 tahunan. Ketika itu, antara matahari dan bulan berada dalam satu garis lurus. Karenanya, Nes menyarankan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan sistem informasi terhadap masyarakat. Apabila informasi terkoordinasi dan cepat diterima masyarakat, diharapkan dampak buruk banjir dapat
diminimalisasi, kata Nes bersama Jakarta Flood Team (JFT).

Soal itu, Wagub Prijanto mengatakan, informasi yang dikemukakan Nes tidak ada sesutu yang baru bagi Kota Jakarta. Terutama, rekomendasi yang diajukan agar warga Jakarta waspada thadap bahaya banjir. Untuk mengantisipasi banjir pasang air laut, kata Prijanto, Pmprov DKI telah menyediakan anggaran sebesar Rp 15 miliar. Dana tersebut dipakai untuk membuat tanggul pengaman. “Kami juga siapkan perahu karet dan pelaksanaanya sudah tidak sentralisasi lagi, kilahnya.

Tak Butuh Lahan

Menurut Aart R Van Nes, untuk mengatasi banjir di kota Jakarta tidak dibutuhkan pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir. Hal tersebut terbukti, apabila saluran drainase di kota Jakarta berfungsi minimal 50% saja.
Karena itu, sedimen yang mengendap di saluran air harus dikeruk.” Kalau sudah memelihara sistem saluran air, maka tidak lagi dibutuhkan pembebasan tanah,” ucapnya.

Insiyur Belanda ini mengakui, proses pengerukan sedimentasi saluran air besar 0khususnya tidak mudah dilakukan. Pasalnya, saluran air tersebut melintang di berbagai tempat dan wilayah daerah lainnya. Karenanya, kata dia, perlu campur tangan pemerintah pusat.

Guna meningkatkan partisipasi masyarakat, Aart R Van Nes mengaku telah memiliki proyek percontohan di Kelurahan Petogogan Selatan, Jakarta Pusat dan di Tomang, Jakarta Barat. Di lokasi tersebut, masyarakat diajak berpartisipasi mengantsipasi bahaya banjir.

Dengan demikian masyarakat mulai terlatih bila banjir tiba. “Masyarakat berpartisipasi dan selaras dengan lingkungan. Misalnya ketika air yang datang tinggi, telah terbiasa mematikan listrik dan membantu anak kecil terlebih dahulu,” ucapnya.

(eman/dari pi@attglobal.net)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: