Banjir di NTT Kembali Telan Korban

[Koran Tempo] Kupang — Dua siswa Sekolah Dasar Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terseret arus banjir pada Kamis petang lalu. Satu jenazah ditemukan dan satu korban lain masih dalam pencarian hingga kemarin. “Upaya pencarian masih dilakukan meski cuaca buruk,” kata Sekretaris Satuan Tugas Penanggulangan Bencana NTT Sentianus Medi kemarin.

Kedua korban itu adalah Alan Haden, 7 tahun, dan Zakaria Sesama, 11 tahun. Sebelum hilang, mereka terlihat bermain di pinggir Sungai Liliba. “Franiscus, orang tua Alan, gelisah karena anaknya belum pulang sejak kembali dari sekolah,” kata Sentianus. Kegelisahan itu ternyata beralasan. Alan ditemukan tak bernyawa dalam tumpukan sampah.

Sementara itu, banjir di Kabupaten Belu telah menenggelamkan 700 rumah. Luapan air Sungai Benenain telah mencapai ketinggian 3 meter. Camat Malaka Barat Remigius Asa mengatakan rumah yang tenggelam sebagian besar berada di Desa Lasaen, 300 kilometer arah timur Kupang. Sampai kemarin, sekitar seribu warga Desa Lasaen mengungsi. “Tidak ada korban jiwa, tapi ratusan ternak hanyut terbawa arus,” kata Remigius.

Menurut Remigius, dia mendapat laporan ada 23 warga yang terjebak banjir. “Saya sudah berkoordinasi dengan instansi teknis untuk mengevakuasi mereka,” katanya.

Hujan lebat yang melanda NTT sepekan terakhir menyebabkan sungai di tempat itu tidak mampu lagi menampung air. Total jumlah korban meninggal akibat bencana ini tercatat 5 orang, termasuk Alan dan Zakaria. Adapun jumlah pengungsi sudah menembus angka 2.000 orang. jems de fortuna | Ivansyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: