Pemkab/Pemkot Harus Hentikan Alih Fungsi Lahan

suarasurabaya.net| Pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur harus menghentikan alih fungsi lahan terbuka hijau, kalau tidak ingin banjir bertambah parah. Rekomendasi itu disampaikan RIA SUMITRO anggota tim dari ITS sesudah mengkaji penyebab banjir di Kabupaten Situbondo.

Hasil kajian tim ITS di Kabupaten Situbondo, daerah aliran sungai (DAS) Sampean dalam kondisi rusak. Ini karena di bagian hulu terjadi perubahan tata guna lahan yang semula hutan berubah menjadi perkebunan dan permukiman.

Pada MARTHA reporter Suara Surabaya, Rabu (05/03), RIA mensinyalir banjir yang terjadi di kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur juga akibat alih fungsi lahan. Kalau tidak dihentikan banjir yang terjadi tahun 2007-2008 akan terulang di tahun-tahun mendatang, bahkan lebih parah.

RIA membuat 3 tahapan rekomendasi yakni untuk jangka pendek harus dilakukan kajian lebih detil dan menyeluruh di DAS Sampean. Pembuatan terasiring, menertibkan dan mengatur bantaran sungai, normalisasi bendung Sampan baru dan lama, reboisasi dan memasyarakatkan Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air.

Dalam jangka menengah, kata RIA, harus mengurangi kecepatan air di alur untuk mengurangi kemiringan dasar sungai, pembuatan embung dan penanaman pohon di hulu DAS Sampean.

“Sedangkan jangka panjang harus dibuat sudetan dari hilir bendung Sampean lama, kalau dimungkinkan pembebasan tanah. Perlu dilakukan perbaikan penampang kali Sampean dari hulu sampai hilir,”pungkasnya. (mar/tin)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: