Bengawan Madiun Kembali Meluap

[KOMPAS] NGAWI- Sungai Bengawan Madiun kembali meluap, Senin (10/3). Lahan pertanian, rumah warga, dan jalan di dekat aliran sungai di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, itu terendam air setinggi 30 sentimeter sampai satu meter.
Menurut sejumlah warga di hulu sungai itu di Kecamatan Kwadungan, Ngawi, air sungai mulai meluap hari Senin (10/3) sekitar pukul 03.00. Daerah yang kebanjiran antara lain Desa Tamparan, Simo, Kendung, Sumengko, Tirak, Purwosari di Kecamatan Kwadungan, juga Kecamatan Geneng dan Kecamatan Ngawi. Sungai Bengawan Madiun pernah meluap Desember tahun lalu.

”Setiap musim hujan, kami harus mengungsi karena air Sungai Bengawan Madiun pasti meluap,” kata salah satu warga, Surono.

Sementara itu, 372 jiwa korban longsor di Pulau Bawean, Gresik, hingga Senin masih mengungsi. Bencana longsor yang menerjang Pulau Bawean, Kamis (6/3), menyebabkan 207 penduduk di Kecamatan Tambak dan 165 penduduk di Kecamatan Sangkapura kehilangan tempat tinggal.

Sekretaris Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Gresik Wafik, Senin, mengatakan, warga di Sangkapura siap direlokasi.

Banjir juga melanda Kota Solo, Senin dini hari, meliputi Kelurahan Sewu, Jagalan, dan Pucang Sawit di Kecamatan Jebres, Kelurahan Sangkrah, Semanggi, dan Joyosuran di Kecamatan Pasar Kliwon, dan Kelurahan Joyotakan di Kecamatan Serengan. Ini banjir ketiga dalam empat bulan terakhir. Tinggi air di lokasi tertentu mencapai dua meter. Banjir terjadi akibat luapan anak sungai Bengawan Solo setelah hujan mengguyur Solo sejak Minggu sore hingga malam.

Terkait banjir di Kota Solo dan sekitarnya, Gubernur Jateng Ali Mufiz, Senin di Semarang, mendesak Menteri Pekerjaan Umum mempercepat proyek rehabilitasi Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo. Kerusakan DAS diperkirakan mencapai 200 km dari hulu di Jateng hingga hilir di Jatim.

Daerah lain yang rawan banjir di Jateng adalah Kabupaten Kudus, Grobogan, Pati, dan Jepara.

Sementara itu, banjir yang melanda tujuh dari 13 kabupaten/ kota di Kalimantan Selatan sepekan terakhir, selain memaksa sebagian warga mengungsi juga menyebabkan sedikitnya 3.020 hektar tanaman padi yang baru berumur 7-85 hari terendam. (APA/ACI/EKI/WHO/A03/FUL)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: