Ketinggian Air di Rumah Penduduk Mencapai 1,5 Meter

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketinggian air bengawan Solo sampai pagi ini mencapai 1 hingga 1,5 meter. Warga sekitar 800 orang hingga tadi malam telah membangun tenda-tenda pengungsian di sepanjang jalan lintas provinsi jalur tengah antara Semarang-Cepu-Surabaya.

Di Kecamatan Cepu, Blora, misalnya, air sudah masuk di jalan-jalan utama kota ini. Seperti di jalan Raya Cepu, Ketapang, dan jalur menuju Surabaya, air naik sekitar 0,5 meter. Itu belum termasuk jalur di Balun, dimana banjir sudah membenami Lapangan Ronggolawe Cepu. Jika banjir di Cepu sudah sampai di jalan raya, maka perkampungan penduduk yang berada di pinggir Bengawan Solo, rata-rata kedalamannya mencapai rata-rata 1,5 meter lebih.

Di Kampung Kebun Kelapa, Kampung Pinggiran dan sebagian di Kampung Cepu Kidul, air sudah meningkat menjadi 1,5 meter hingga 1,8 meter. Yang lebih parah terjadi di Balun Gendeng dan Balun Saudagaran dimana air sudah meningkat hingga 1, meter. Pihak Satuan Pelaksana Penanggulangan Banjir Blora, telah menurunkan perahu karet berikut perahu tradisional untuk membantu evakuasi. Sedangkan di daerah Janar, Sumber Pitu, Nganjuk, kedalaman air juga rata-rata 1,5 meter. Evakuasi dilakukan pada Senin malam hingga Selasa dini hari, rata-rata orang tua dan anak-anak.

Sekitar 400 warga ditampung di Gedung Sosasono Suko, Cepu dan sebagian di Stasiun Cepu di perumahan penduduk. Tampak juga dua mobil ambulan yang sudah parkir di sekitar Balun Gendeng.

Di sepanjang jalur Cepu-Bojoengoro sejauh 36 kilometer, tampak ratusan warga sudah mendirikan tenda-tenda penampungan. Mereka juga mendirikan dapur umum yang berdekatan dengan hewan ternak seperti sapi dan kambing yang mereka ungsikan.

Di Kecamatan Padangan, seperti di Desa Kuncen, Desa Padangan, Desa Kebunagung dan Desa Dengok, dan Pengkok, warga sudah mengeluarkan perabotan rumah tangga, alat elektronik berikut kendaraan bermotor di pinggir jalan. Jalan raya Cepu-Bojonegoro memang selama ini menjadi alternatif tempat penampungan jika banjir datang.

Maklum jalan raya ini, letaknya relatif tinggi. Air banjir juga sudah menggenangi sebagian jalur Padangan-Ngawi.

Menurut Mansyur, warga Pengkok, Padangan, kedua orang tuanya yang berumur lebih dari 75 tahun, sudah diungsikan pada Selasa, dinihari. Pasalnya, dia melihat arus air yang deras sehingga berpotensi kedatangan air cepat naik. “Daripada berisiko, lebhi baik orang tua saya ungsikan di rumah,” tegasnya pada Tempo, Selasa, pagi.

Banjir susulan kedua ini, juga membuat warga Kecamatan Kalitidu, juga sudah was-was. Maklum, dari 23 desa di kecamatan ini, ada sekitar 14 desa yang tergenang air. Seperti, Desa Celangap, Cengungklung, Ringinrejo kedalaman airnya pada Selasa, dinihari sudah mencapai 1 meter. Kemungkinan, airnya terus meningkat pada Selasa siang nanti.

Pihak Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Banjir Bojonegoro sendiri kini sudah menetapkan siaga III banjir. Sekitar 60 anggotanya kini sudah menyebar di delapan kecamatan dari total 27 kecamatan di Bojonegoro yang terendam banjir. Delapan kecamatan itu, di antaranya Kecamatan Padangan, Purwosaro, Kalitidu, sebagian Dander, Trucuk, Malo, Bojonegoro Kota, Kanor dan sebagan di Sumberrejo.

Pihak Satlak mencatat hingga Selasa pagi sudah ada sekitar 300 pengungsi yang dievakuasi. “Evakuasi sudah kita lakukan, terutama di kawasan rawan banjir seperti di Ledok Kulon dan sekitarnya,” ujar Pudjiono, Koordinator Pelaksana Penanggulangan Banjir Bojonegoro.

Pihak Satlak Bojonegoro, juga sudah mengoperasikan 27 karet di daerah rawan banjir. Sebab, kemungkinan, selain arus banjir kuat, juga potensi jika hujan datang.(Sujatmiko)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: