2.000 Rumah Terendam Banjir

[SINDO] BANDUNG– Sekitar 2.000 rumah di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung, terendam banjir. Korban banjir yang diakibatkan Sungai Citarum meluap itu sebagian besar berada di Kelurahan Andir sekitar 1.600 rumah yang dihuni sekitar 4.440 jiwa.

Sisanya di Kelurahan Baleendah dan Bojongmalaka di sekitar bantaran Sungai Citarum. “Banjir mulai menggenangi rumah penduduk sejak Senin (10/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB dengan ketinggian 10- 120 cm.Namun hingga saat ini warga belum mengungsi,”kata Lurah Andir Mochamad Usman kemarin. Menurut dia, lokasi banjir paling parah terjadi di RW 09 dan RW 13 dengan jumlah rumah yang terendam mencapai 900-an rumah.

Pasalnya, lokasi itu paling rendah dibanding perumahan lainnya.Selain itu,banjir juga sempat memutus jalur transportasi antara Baleendah– Rancamanyar sepanjang 2 km akibat terendam banjir setinggi 60 cm. Banjir luapan sungai itu pun merendam empat unit masjid dan sebuah sekolah dasar. Penduduk,karyawan, dan pekerja yang akan masuk kerja, terpaksa harus berbasah-basah melintasi genangan banjir. “Bila hujan terus turun di kawasan hulu Citarum, kemungkinan besar banjir akan lebih besar lagi,”kata Bunyamin salah seorang penduduk Kelurahan Andir Baleendah.

Selain itu, hujan deras yang melanda Kabupaten Bandung wilayah selatan sejak Senin (10/03) hingga kemarin juga mengakibatkan ratusan rumah di Kampung Bojong Citepus, Desa Cangkuang Wetan,Kecamatan Dayeuhkolot, terendam. Dari pantauan SINDO,pada pagi hari ketinggian air mencapai 30–75 cm, bahkan hampir mencapai satu meter. Hingga sore kemarin, ketinggian air yang menggenangi sejumlah rumah warga masih mencapai 30 cm. Sedikitnya 250 rumah yang terendam di kampung ini. Sebagian warga ada memilih untuk tidak menempati rumahnya yang terendam sejak sore hingga malam hari.

Untuk sementara mereka terpaksa mengungsi ke rumah sanak-saudaranya yang tidak tersentuh banjir. Banjir terparah menimpa RT 01, 02, dan 04 di RW 09, Kampung Bojong Citepus di mana sekitar 70 rumah terpaksa mulai ditinggalkan penghuninya lantaran ketinggian air sudah mencapai 50 cm. Menurut Ishak, 50, warga Kampung Bojong Citepus, banjir mulai menyambangi rumahnya sejak Senin (10/03) sekitar pukul 19.00 WIB.Ketinggian air mencapai puncaknya pada pukul 23.00 WIB dan merendam rumah Ishak yang berada di sisi Sungai Cita hingga mencapai 50 sentimeter.

Hingga sore kemarin, rumah Ishak masih terendam sekitar 30 cm. Dia mengatakan, biasanya rumah warga yang terendam banjir mendapat bantuan penyedotan air. Kepala Sekolah SD Negeri Mekarsari, Nina Rosita mengatakan, pihak sekolah terpaksa meliburkan semua siswa lantaran seluruh ruang kelas hingga kemarin masih terendam sekitar 30cm. (iwa ahmad sugriwa/ant)

1 Response so far »

  1. 1

    otong said,

    sebenarnya masalah banjir di dayeuhkolot itu sudah terjadi dari dulu. kira-kira tahun tujuh puluhan. apa sebab? banyak pabrik yang ngotot pingin bangun di dekat DAS. mungkin supaya gampang buang limbahnya. lihat aja kondisi air citarum didaerah cihampelas atau nanjung ! wah mengerikan, jadi harus ada yang ngaku siapa gerangan yang buang limbah and sampah di sungai? sementara orang ngotot pingin buat rumah atau koskosan dekat pabrik. nah kalo sudah begini teriak-teriak minta bantuan. weleh-weleh memang jaman edan.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: