Banjir Bergeser ke Gresik

[Kompas], Lamongan – Banjir di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai surut, tetapi luapan air Bengawan Solo bergeser ke hilir.
Hari Jumat (14/3), wilayah Kecamatan Dukun dan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mulai terancam banjir. Posisi permukaan air sungai sudah setinggi bibir tanggul.

Di Tuban dan Lamongan, genangan air masih tinggi. Di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, menurut salah satu warga, Huda, genangan air masih setinggi dada orang dewasa sampai dua meter.

Camat Widang Bambang Dwijono mengatakan, ada empat titik luberan air ke jalan nasional antara Babat-Tuban. Masing-masing sepanjang 15-30 meter, tinggi genangan 15-30 cm. Posisi Pondok Pesantren Langitan masih aman karena ada tanggul darurat.

Di Lamongan, banjir menggenangi 11 desa di Kecamatan Laren dan Desa Gedangan di Kecamatan Maduran. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan, di Kecamatan Maduran ada 94 hektar lahan padi yang tergenang, kerugian ditaksir Rp 26,555 juta, sedangkan lahan jagung yang tergenang 12 hektar, kerugian Rp 18,9 juta.

Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Kabupaten Lamongan, menurut Sekretaris Harian Satlak Imam Trisno Edy, mendirikan lima tenda besar untuk kegiatan belajar serta menyiapkan empat perahu karet.

Dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dilaporkan, total kerugian banjir Senin lalu di Kecamatan Cepu, Kedungtuban, dan Kradenan, Kabupaten Blora, mencapai Rp 1,5 miliar. Kerugian meliputi kerusakan jalan desa dan penghubung antardesa, masjid, dan lahan pertanian. Kerugian akibat rumah warga yang terendam belum ditaksir.

Bupati Blora Yudhi Sancoyo, Jumat, mengatakan, banjir yang melanda tiga kecamatan itu merupakan banjir kiriman yang terjadi setiap tahun. Karena itu, Yudhi berharap pemerintah pusat segera mengeruk sedimentasi Waduk Gajah Mungkur.

Pemkab Blora juga usul kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Tengah untuk membuat peraturan tentang penataan permukiman di bantaran Sungai Bengawan Solo.

Riau banjir

Sungai Kampar dan Rokan, Riau, sejak Kamis meluap. Sedikitnya 3.500 rumah di tiga kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar terendam.

Berdasarkan pantauan Kompas lewat udara saat meninjau banjir bersama Gubernur Riau Rusli Zainal, kondisi banjir di beberapa tempat sudah surut. Namun, air masih menggenangi rumah dan kebun kelapa sawit warga.

Pemprov Riau sudah menyalurkan bantuan pangan bagi pengungsi dan menyiapkan obat-obatan.

Puting beliung

Sedikit 98 rumah warga Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, rusak diterjang angin puting beliung, Jumat sekitar pukul 15.30 WIB. Jaringan kabel listrik dan telepon juga rusak. Sejumlah papan reklame roboh menimpa warung di dekat Terminal Simpang Rimbo.

Kepolisian Kota Besar Jambi menerjunkan 60 personel untuk berjaga. (ACI/HEN/SAH/ITA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: