10 Desa Terkepung Luapan Bengawan Solo

[Koran Tempo] Tuban,- Sebanyak 10 desa di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih terkepung luapan air Sungai Bengawan Solo kemarin. Genangan air ini merendam permukiman warga dan puluhan hektare tambak karena pintu keluar air tidak lancar.

Untuk mengantisipasi genangan air yang lebih luas, Pemerintah Kabupaten Tuban mengerahkan tujuh unit mesin penyedot air. Selain itu, peralatan tanggap darurat sudah disiagakan untuk mengantisipasi luapan susulan. “Sudah kami siapkan,” kata Camat Tuban Bambang Diwjono kemarin.

Sampai kemarin, warga yang mengungsi akibat luapan air Sungai Bengawan Solo ini mencapai 300 orang. Mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan mendirikan tenda darurat di tepi jalan Babat-Widang-Tuban sejak empat hari lalu.

Pemerintah Kabupaten Tuban memastikan tidak ada korban banjir yang kelaparan. Juru bicara Pemerintah Kabupaten Tuban, Sukristiono, mengatakan bantuan makanan dari pemerintah masih cukup. “Saya melihat sendiri kok,” katanya. Dia mengaku ikut serta dalam pembagian logistik kepada pengungsi.

Selain Bengawan Solo, Danau Limboto di Provinsi Gorontalo kemarin mulai meluap setelah hujan mengguyur daerah itu. Lahan pertanian milik warga dan permukiman penduduk mulai tergenangi air. “Air yang masuk ke permukiman setinggi 30 sentimeter,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Gorontalo Aziz Nurhamidin.

Sementara itu, hujan lebat pada Sabtu sore lalu membuat pepohonan bambu di atas tebing di Kampung Sukadana, Desa Margamulya, Pangalengan, Bandung, longsor. Bongkahan batu dan tanah menimpa salah satu rumah dan menewaskan Eno, 35 tahun, seorang penduduk kampung.

Menurut Kepala Desa Margamulya Bunyanun Marsus, permukiman warga di Kampung Sukadana berada persis di bawah tebing yang menjulang. Pepohonan bambu yang tumbuh di atas tebing ini ternyata tidak kuat menahan guyuran hujan lebat dan akhirnya runtuh.

Selain menimpa rumah Eno, longsoran tanah dan bebatuan menimpa sebagian rumah warga di sebelahnya. Tetangga Eno sempat mengungsi karena khawatir akan longsor susulan. Eno sendiri dimakamkan di pemakaman setempat kemarin. Istrinya sempat dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan awal. SUJATMIKO | VERRIANTO MADJOWA | AHMAD FIKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: