Lima Tenda Peleton Didirikan Untuk Belajar Siswa Korban Banjir

[KCM]LAMONGAN, – Agar para siswa korban banjir di wilayah Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan tetap bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar Satuan pelaksana Penangulangan Bencana Kabupaten Lamongan mendirikan lima tenda peleton. Para siswa yang sekolahnya terendam banjir luapan Bengawan Solo mengikuti pelajaran di tenda peleton yang didirikan di Desa Centini dua tenda dan Durikulon tiga tenda.

Sekolah yang terendam di wilayah Kecamatan Laren diantaranya SD Negeri Centini dan SMA NU, serta SMP Negeri 2 Laren. Siswa SMP negeri 2 Laren telah diasramakan di MI Islamiyah Desa Kendal Kecamatan Sekaran.

Sekretaris Harian Satlak Penanggulangan Bencana Lamongan Imam Trisno Edy Jumat (14/3) mengatakan, tenda didirikan agar siswa masih dapat melakukan kegiatan belajar mengajar meskipun banjir. “Selanjutnya masih akan didirikan lebih banyak lagi tenda untuk ke giatan sekolah yang saat ini masih dalam proses pengajuan ke Provinsi Jawa Timur, ” katanya.

Imam menambahkan pihaknya juga mennyiapkan empat perahu karet jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Perahu siap diluncurkan untuk penanganan banjir baik membantu distribusi logistik maupun evakuasi korban banjir. Jika dirasa kurang, masih ada perahu dari fiberglass yang juga siap digunakan sewaktu-waktu.

Banjir yang melanda Laren kali telah melewati masa puncak, diprediksi dalam dua atau tiga hari ke depan banjir akan surut secara perlahan. “Kami berharap di daerah hulu tidak terjadi hujan sehingga genangan cepat surut,” tutur Imam.

410 Jiwa Mengungsi

Camat Laren Rusgianto menyebutkan hingga Kamis (14/3) sebanyak sebanyak 410 jiwa dari 16.596 jiwa yang rumahnya terendam banjir mengungsi ke tanggul desa. Selebihnya bertahan di rumah karena masih bisa ditempati.

Rusgianto menyebutkan secara keseluruhan sebanyak 4.148 rumah di 11 desa terendam air luapan Bengawan Solo setinggi 10 senti meter (cm) hinga 90 cm. Jumlah rumah terendam di Desa Pelangwot sebanyak 501 rumah, Bulutigo (295), Siser (213), Pesanggrahan (48) , Keduyung (40), Jabung (750), Dateng (392), Gelap (651), Centini (850), Durikulon (356) dan Desa Mojoasem (52).

Kerugian Pertanian

Sementara itu berdasarkan data Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan, di Kecamatan Maduran banjir juga menggenangi sebagian areal persawahan. Sejumlah lahan padi dan jagung yang berusia tanam antara 10-15 hari di empat desa diantaranya Gedangan terendam. Lahan padi yang tergenang mencapai 94 hektar dengan kerugian ditaksir mencap ai Rp 26,5 juta, sementara lahan jagung yang tergenang mencapai 12 hektar dengan taksir kerugian Rp 18,9 juta.

Distribusi Bantuan

Ketua Dewan Pengurus Kabupaten Korp Pegawai Negeri Republik Indonesia Lamongan Kamis (14/3) Fadeli meninjau ke lokasi banjir untuk menyerahkan bantuan. Diantara bantuan yang diserahkan DPK KORPRI Lamongan berupa 2.873 kilogram (kg) beras, 707 dus mi insta n, 86 kg gula, 405 dus air mineral, 9 dus pembalut wanita, 11 dus pakaian dalam serta 184 kodi pakaian layak pakai.

Sementara Bagian Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Lamongan menyalurkan bantuan gelombang ke-3 berupa 17,920 ton beras dan 300 dus mi instant. “Sebanyak 1 ton beras dikhususkan untuk siswa SMP Negeri 2 yang diasramakan di Desa Kendal Kecamatan Sekaran,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Luluk Humam.((ACI))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: