Banjir di Kampar Meluas

[Koran Tempo] KAMPAR,- Banjir akibat luapan empat sungai, yakni Sungai Kampar, Indragiri, Rokan, dan Sungai Siak, di Kabupaten Kampar, Riau, makin meluas. Sampai kemarin sedikitnya 600 keluarga masih mengungsi. “Sudah lima hari kami tidak bisa apa-apa,” kata Mariyuddin, Kepala Dusun Baru Simalinyang, Kampar Kiri, Kampar, di Tenda Sosial Posko Banjir Kampar Kiri kemarin.

Mariyuddin mengatakan 378 keluarga warga Dusun Baru dan Dusun Paku meninggalkan permukiman mereka sejak tiga hari lalu. Mereka pindah ke rumah sanak keluarga di sekitar desa. Sebagian warga ada yang mengungsi ke Dusun Durian dan Sungai Pagar. “Sisanya bertahan di rumah-rumah panggung,” kata Mariyuddin.

Mereka yang tidak mendapat tempat ditampung di pos korban banjir di Kampar Kiri. Mereka berada di pengungsian sejak 10 hari lalu ketika banjir pertama kali melanda daerah ini. “Ini adalah pos utama korban banjir di Kampar Kiri,” kata Syarif, Petugas Dinas Sosial Penanggung Jawab Penanganan Banjir Kecamatan Kampar Kiri.

Karena banjir pula, dua sekolah dasar dan madrasah diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan. “Kami liburkan sampai air surut, entah sampai kapan,” kata Syamsiah, seorang guru SD Negeri Desa Simaliyang. Air setinggi 1 meter kini merendam sekolah sejak sepekan terakhir.

Banjir di Riau ini terjadi akibat empat sungai besar itu tidak mampu menahan debit air. Berdasarkan data Badan Kesejahteraan Sosial (BKS) Riau, sampai kemarin, banjir ini merendam 125 desa di 28 kecamatan di Kabupaten Lima Kampar, Indragiri Hulu, Kwantan Singingi, Rokan Hulu, dan Pelalawan.

Menurut data Pos Penanggulangan Bencana Banjir BKS Riau, sedikitnya 20 ribu keluarga kini terancam banjir. “Yang paling parah di Kampar, Pelalawan, dan Kwantan Singingi,” kata Alius, Kepala Seksi Penanggulangan Bantuan Sosial Badan Kesejahteraan Riau. BKS Riau sudah menyalurkan 30 ton beras dan 4.000 kardus mi instan. Bantuan dari Badan Koordinasi Nasional akan menyusul.

Dihubungi terpisah, Koordinator Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau Susanto Kurniawan mengatakan banjir ini terjadi karena hilangnya resapan air di sekitar empat sungai besar di Riau. “Ini bukti nyata hutan Riau sudah ludes. Banjir akan menjadi bencana rutin,” katanya. jupernalis samosir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: