Banjir Landa Jatim

[KOMPAS] Madiun,- Hujan deras sejak Kamis hingga Jumat (21/3) mengakibatkan sejumlah kabupaten di Jawa Timur, antara lain Madiun, Ngawi, Gresik, Tuban, dan Jember, dilanda banjir. Sungai-sungai tidak mampu menampung air hujan sehingga meluap dan menggenangi permukiman warga dan lahan pertanian.
Kamis (20/3) dini hari Madiun kebanjiran akibat meluapnya anak Sungai Bengawan Madiun, seperti Kali Mojorayung dan Balerejo, yang berhulu di Gunung Wilis. Berdasarkan data Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Madiun, banjir terjadi di 16 desa pada tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Wungu, Madiun, Balerejo, Geger, Kebonsari, Mejayan, dan Dagangan.

Tercatat 19 rumah roboh diterjang banjir dan 704 rumah terendam. Selain itu, 83,69 hektar sawah tergenang, tiga jembatan rusak, dan sebelas titik tanggul rusak. Kerugian ditaksir mencapai Rp 731.535.000.

Sementara itu, luapan Sungai Bengawan Madiun merendam Desa Simo, Purwosari, Sumengko, dan Kendung di Kecamatan Kwadungan, Ngawi. Menurut Camat Kwadungan Rahadi Suryo Putro, banjir merendam jalan desa setinggi 0,5 meter dan lahan pertanian yang belum ditanami.

Hujan deras pada Kamis siang mengakibatkan Gresik selatan, seperti Balongpanggang dan Benjeng, Jumat, kembali banjir akibat luapan Kali Lamong.

Camat Benjeng Suryo Wibowo mengatakan, banjir menggenangi delapan desa, yakni Sedapurklagen, Deliksumber, Kedungrukem, Kalipadang, Munggugianti, Bulangkulon, Sirnoboyo, dan Klampok. Jalan tergenang sepanjang 1 kilometer dengan tinggi air 50-75 sentimeter.

Pada hari yang sama, Bengawan Solo juga kembali meluap di Kecamatan Widang, Tuban. Sungai Bengawan Solo juga mengancam warga Bojonegoro. Pada pukul 16.00 ketinggian air Bengawan Solo mendekati Siaga III. Padahal, selama beberapa hari air sempat jauh di bawah Siaga I.

Jember tergenang

Di Jember, saluran irigasi dan selokan di Desa Tisnogambar dan Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, tidak mampu menampung air hujan. Akibatnya, terjadi genangan air 0,5–1 meter di beberapa lokasi. Sedikitnya 50 rumah warga terendam dan puluhan hektar sawah yang belum dipanen terendam.

Padi yang telah dipotong, tapi belum sempat dibawa pulang, pun basah seperti yang terjadi pada padi milik keluarga M Iksan, petani Desa Tisnogambar.

Asisten Sekretaris Kabupaten Bidang Ekonomi dan Pembangunan M Fadallah mengatakan, genangan juga menimpa Dusun Kraton, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, 20 rumah sempat tergenang air selama tujuh jam.

Sementara di Dusun Rayap, Desa Keminglor, Kecamatan Arjasa, terjadi tanah longsor. Di tebing yang longsor berdiri 12 rumah warga. Walau terancam keselamatannya, mereka menolak direlokasi. (APA/ACI/SIR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: