Banjir di Riau Meluas

[Suara Pembaruan] Banjir yang melanda Provinsi Riau meluas. Sampai Senin (24/3) pagi tercatat tujuh kabupaten dan kota yang terkena banjir akibat curah hujan yang tinggi. Kabupaten/kota yang terkena banjir itu, antara lain Pelelawan, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Kuansing, Kampar, Rokan Hilir, dan Pekanbaru. Sementara itu, di Kota Pekanbaru sampai Senin pagi masih terjadi hujan.

Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pekanbaru, Diana Razak menjelaskan, banjir yang terjadi setiap tahun sebenarnya bisa diantisipasi dengan cepat oleh instansi terkait. Hal ini perlu dilakukan agar jangan sampai banjir meluas, akan tetapi penanganannya tidak terpadu dan cepat.

Ia menjelaskan, perlu segera dibuat tenda-tenda dan rumah-rumah darurat guna mengobati penduduk yang terkena serangan penyakit karena banjir. Jenis-jenis penyakit itu seperti batuk-pilek, sesak napas, dan gatal-gatal.

Jika diantisipasi dengan membangun tenda-tenda darurat di dekat lokasi banjir, jumlah penduduk yang terkena serangan penyakit tidak meluas. Demikian juga jika terjadi genangan air ke sejumlah sekolah akibat luapan Sungai Siak, bisa ditangani dengan cepat.

Sampai saat ini sekolah-sekolah yang terletak di dekat lokasi banjir terus melakukan kegiatan belajar-mengajar.

Sedangkan di Indragiri Hulu yang merupakan kabupaten terparah dilanda banjir, tercatat sepuluh dari 14 kecamatan terkena banjir.

Sementara itu, para petani di wilayah Kecamatan Rengel dan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur resah, setelah ratusan hektare (ha) lahan pertanian milik mereka terendam luapan Bengawan Solo, tiga hari terakhir.

Sebelumnya Kecamatan Widang, sudah tergenang 70 sentimeter (cm) sampai satu meter, sehingga kegiatan dilakukan menggunakan perahu.

Tanaman padi yang ditanam baru berumur dua minggu, dipastikan akan mati. Dalam dua bulan terakhir, para petani sudah tiga kali terkena banjir. Dua kali penanaman sebelumnya juga gagal karena padi muda tersebut mati.

“Rata-rata padi yang ditanam masih muda. Saya pasrah dengan keadaan alam, tetapi sedih, karena keahlian saya hanya bercocok tanam,” kata Malikul, petani asal Desa Kenongosari, Kecamatan Soko, Tuban, Minggu (23/3) sore.


Kegiatan Lumpuh

Seluruh kegiatan di desa-desa di tiga kecamatan tersebut lumpuh, termasuk aktivitas kegiatan belajar-mengajar. Rumah yang terendam rata-rata mencapai 40-60 cm.

Dalam kondisi demikian, mereka mengandalkan turunnya bantuan pangan dan obat-obatan. Mereka berharap bantuan dilakukan secara merata dengan jumlah tidak terbatas.

Banjir akibat luapan Bengawan Solo di Bojonegoro, merambah sembilan kecamatan bahkan kecamatan lainnya kritis, karena belum ada tanda-tanda Bengawan Solo surut.

Sembilan kecamatan yang desanya terendam air meliputi Margomulyo, Padangan, Kalitidu, Trucuk, Dander, Kota Bojonegoro, Kapas, Balen, dan Kanor. Di wilayah kecamatan tersebut pada banjir besar akhir Desember 2007 juga terendam.

Warga di Tuban dan Bojonegoro, banyak yang mengungsi dan sebagian besar mendirikan tenda darurat di atas tanggul penahan luapan Bengawan Solo yang dianggap masih aman.
Sementara itu, warga Bengkulu yang tinggal di sekitar bantaran kali diminta mewaspadai ancaman banjir karena selama bulan Maret ini potensi hujan di Bengkulu dan sekitarnya masih tinggi.

“Kita minta warga Bengkulu yang tinggal di sekitar bantaran kali untuk mewaspadai ancaman banjir karena selama Maret potensi hujan di daerah ini masih tinggi. Dengan adanya kewaspadaan itu, jika terjadi banjir dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisasi,” kata Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bengkulu, Fahmiza di Bengkulu, Minggu (23/3).

Berdasarkan analisa BMG Bengkulu diperkirakan hingga akhir Maret ini peluang terjadinya hujan di wilayah Bengkulu dan sekitar masih tinggi.

Warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai diminta mewaspadai ancaman banjir dan tanah longsor. Bahkan, di bulan April peluang hujan di Bengkulu besar. Hanya saja intensitasnya lebih rendah dari bulan Maret ini, katanya. [MUL/080/143]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: