153 Desa di Riau Terendam Banjir

[Koran Tempo] Pekanbaru,- Hujan yang terus mengguyur Riau dalam beberapa hari terakhir membuat banjir semakin luas. Sebanyak 153 desa di enam kabupaten, termasuk di Kota Pekanbaru, terendam luapan air. Daerah diterjang banjir antara lain Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Kwantan Singingi, Rokan Hulu, dan Pekanbaru.

“Kondisi kami makin payah,” kata Kepala Seksi Penanganan dan Bantuan Bencana Sosial Badan Kesejahteraan Sosial Provinsi Riau Alius di Pekanbaru pada Sabtu lalu. Ketinggian air di sejumlah tempat sudah melebihi 1 meter. Sebanyak 30 ribu keluarga kini terancam menjadi pengungsi. “Sudah sangat mencemaskan,” kata Alius.

Di Kabupaten Kwantan Singingi, rumah 4.000 keluarga di 38 desa sudah terendam air. Pemerintah setempat menyiapkan 14 posko pengungsian untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengungsi. Adapun di Pelalawan, 25 desa di dua kecamatan juga terendam air. “Situasinya sudah gawat,” kata Sahban, seorang anggota staf Dinas Penanggulangan Banjir Pelalawan Dinas Kesejahteraan Sosial Pelalawan.

Analis di Badan Meteorologi dan Geofisika Pekanbaru, Ardhi, mengatakan hujan yang turun pada Sabtu malam lalu merupakan hujan dengan curah tertinggi selama ini. Hujan merata di berbagai kawasan dengan waktu yang cukup lama. “Hujan masih akan terus turun di beberapa wilayah dalam beberapa hari ini,” katanya.

Luapan air sungai juga membuat jalur lintas Riau-Sumatera Barat di Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, ambles. Selain itu, tanah longsor menimbun jalan di Desa Pangkalan, Kecamatan 50 Koto, Sumatera Barat. Akibatnya, jalur transportasi melalui daerah ini terputus sejak Sabtu lalu.

Kepala Kepolisian Resor Kampar Ajun Komisaris Besar M.Z. Muttaqin mengatakan tanah longsor terjadi karena erosi akibat hujan yang sangat lebat. “Apalagi tekstur jalan juga rapuh,” katanya. Sejumlah alat berat milik pemerintah daerah setempat diterjunkan untuk menyingkirkan batu dan longsoran tanah.

Terputusnya jalur ini dipastikan mengganggu transportasi arus balik warga yang mengakhiri libur panjang. Staf Dinas Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar Syamsuddin menganjurkan agar warga melewati jalur alternatif Teluk Kwantan atau Lipat Kain. Di sepanjang jalur Riau-Sumatera Barat ada 14 titik rawan tanah longsor dan jalan ambles.

Selain melanda Riau, banjir melanda Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Jember kemarin. Banjir di Gorontalo terjadi karena luapan Sungai Alo dan Pehu merendam lima desa di Kecamatan Tilango dan Limboto Barat. Ketinggian air rata-rata mencapai 30 sentimeter.

Di Jember, banjir merendam dua desa di Kecamatan Tempurejo dengan ketinggian air 60 sentimeter. Sedikitnya 217 rumah terendam air bah. “Kalau hujan terus, rumah yang terendam bisa bertambah,” kata Camat Tempurejo Widayaka.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Gorontalo Azis Nurhamidin mengatakan curah hujan yang tinggi dan rendaman air di lahan pertanian akan mengubah pola tanam petani. Biasanya penyebaran bibit dilakukan pada bulan ini. “Kalau curah hujan tinggi akan disesuaikan dengan cuaca,” kata Azis. jupernalis samosir | verianto madjowa | mahbub djunaidy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: