Korban Bencana Telantar

[SINDO] PONOROGO,- Sejumlah sarana dan prasarana
termasuk korban bencana banjir dan tanah longsor di
Kabupaten Ponorogo terancam telantar.

Pasalnya,dana tanggap darurat sebesar Rp4 miliar dari
APBD 2008 telah habis.Padahal, sejumlah bencana
seperti tanah longsor dan banjir masih mengancam
kawasan Kota Reog. Dampak lainnya, tanggul jebol
akibat bencana banjir di Ponorogo terancam tidak
tertangani. Bahkan sebanyak 15.000 karung plastik yang
berasal dari APBD 2007 kini telah habis.

Pada 2008 ini, akan diusulkan lagi sebanyak 6.000
karung plastik. Kepala Subdin Pengairan Dinas
Kimpraswil Kabupaten Ponorogo Ismono mengatakan,
banyak tanggul jebol yang harus segera ditangani.
Sebab,tanggul-tanggul tersebut merupakan tanggul besar
yang melindungi ratusan hektare lahan pertanian.
Tanggul-tanggul itu seperti di Desa Grogol,Kec Sawoo,
dan Desa Karangpatihan,Kec Balong.

” Tanggul yang ada di kedua desa itu merupakan tanggul
besar sehingga harus ditangani,” ungkapnya. Sementara
itu,Wakil Bupati Ponorogo Amin mengatakan, dana
tanggap darurat pada tahun ini lebih kecil dari tahun
2007.Tahun lalu, dana tanggap darurat dianggarkan Rp
8miliar,dan untuk tahun ini hanya Rp4miliar.

“Anggaran tanggap darurat telah habis dan saat ini
kita usulkan sebesar Rp34 miliar pada pemerintah pusat
dan pada pemerintah provinsi,”tukasnya. Sekadar
diketahui, pada Minggu (16/3) lalu terjadi banjir di
Desa Grogol,Kec Sawoo, yang mengakibatkan 2 titik
tanggul jebol dan menggenangi puluhan hektare lahan
padi yang siap panen sehingga terancam gagal panen,
serta merusak jalan desa.

Dan pada hari itu, luapan air Sungai Tunggurejo, Desa
Karangpatihan, Kec Balong, mengakibatkan 2 tanggul
jebol. Jebolnya tanggul sepanjang 50 meter dan 10
meter tersebut mengakibatkan sekitar 16 hektare lahan
habis terbawa arus air. Bahkan, aliran air dari
tanggul yang jebol itu membentuk sungai baru yang juga
mengaliri sekitar 4 hektare tanaman kacang tanah.

Dengan demikian, tanaman tersebut rusak total dan
tidak bisa dipanen. Selain Desa Karangpatihan,
genangan air dari sungai dadakan ini juga menggenangi
sekitar 10 hektare lahan padi siap panen yang ada di
Desa Sumber Rejo,Kec Balong. Sementara itu,kecemasan
akan bencana dirasakan warga Desa Munggung, Kec
Pulung, Ponorogo. Agar bisa selamat dari bencana alam,
sekitar 10 kepala keluarga (KK) yang tinggal di daerah
ini memilih mengungsi ke rumah saudara yang lebih
aman.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Kesbanglintibmas
Kabupaten Ponorogo Nuriyanto mengatakan ada 10 rumah
yang ada di Desa Munggung,Kec Ngebel, yang tidak layak
huni.Pasalnya, kondisi tanah yang ada sudah
retak-retak. “Keadaan tanah sudah sangat parah
sehingga mereka harus mengungsi,”tukasnya. (lukman
hakim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: