Lagi, Banjir Terjang Gondang

[Indo Pos]NGANJUK – Banjir kembali menerjang Nganjuk. Korbannya kali ini adalah tiga desa di Kecamatan Gondang dan satu desa di Kecamatan Sukomoro. Ratusan rumah dan sawah kembali terendam. Warga pun kembali merugi jutaan rupiah.

Seperti sebelumnya, banjir yang mencapai puncaknya Minggu dinihari, pukul 02.00, ini karena Sungai Widas yang meluap. “Hujan mulai pukul 17.00. Air mulai masuk pukul 24.00,” cerita Sujito, 50, warga Dusun Depok, Desa Sumberjo, Kecamatan Gondang.

Awalnya, hujan memang turun rintik-rintik. Tetapi, sekitar pukul 19.00, hujan turun sangat deras. Hingga air mulai masuk ke rumahnya pukul 24.00. Dan mencapai puncaknya pukul 02.00. Saat itu, air yang masuk ke rumah setinggi paha orang dewasa.

Sujito menjelaskan bahwa banjir kali ini tidak separah banjir sebelumnya. Hanya saja, karena terjadi lima kali dalam dua bulan terakhir cukup merugikannya. “Kalau bisa tidak banjir-banjir lagi,” harapnya.

Banjir kemarin telah menghanyutkan seluruh peralatan dapur yang dimiliki Sujito. Jika biasanya dia sempat menyelamatkan barang-barangnya, kemarin dia tidak sempat lagi meletakkan barangnya di tempat aman.

Banjir kemarin menerjang Desa Sumberjo, Mojoseto, dan Nglinggo di Kecamatan Gondang. Selain itu juga melanda Desa Ngrami di Kecamatan Sukomoro. Sedikitnya ada 490 rumah yang tergenang dan 230 hektare sawah terendam. Belum selesainya proyek pelurusan Sungai Widas membuat banjir masih menjadi ancaman terus-menerus bagi ratusan warga tersebut.

Meski air kemarin masuk hingga ke rumah, beberapa warga enggan mengungsi. Termasuk seorang ibu yang memiliki bayi yang baru berusia 12 hari.

Damini, 33, warga Dusun Depok, enggan membawa anaknya yang bernama Hanisfatul Maulidiyah ke tempat kering. Dia memilih berada di atas dipan sementara air telah menggenangi separuh kaki dipan.

Bujukan polisi dari Polsek Gondang dan petugas kesehatan agar Damini mau memindahkan anak kelimanya itu tidak digubrisnya, “Kasihan juga, tapi bagaimana lagi, nanti justru basah semua,” tutur Damini.

Damini mengaku ingin mengawasi barang-barangnya daripada membawa anaknya ke tempat kering. Padahal, dia mengaku memiliki sanak saudara yang lokasinya tidak kebanjiran.

Penolakan ini membuat petugas kesehatan dari Puskesmas Gondang kecewa. “Kasihan anaknya. Lingkungan seperti ini membuat anak dan ibu mudah sakit,” tutur Punidi, mantri kesehatan yang tinggal di Desa Sumberjo.

Punidi juga khawatir dengan kondisi warga Desa Sumberjo yang terus-menerus diterjang banjir. Sebab, sebagian besar rentan terkena penyakit. Tidak hanya bayi, tetapi juga ibu hamil, anak-anak, dan orang tua. (dea/fud)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: