Kampanye Siaga Bencana Lewat Lagu

Peluncuran Gerakan Siaga Bencana Bareng Musisi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, di Jakarta, Selasa (1/4), mengundang dua personel band Naif, Jarwo (kiri) dan Pepenk. Naif menjadi koordinator untuk pembuatan album siaga bencana ini.
Rabu, 2 April 2008 | 00:48 WIB
Jakarta, Kompas – Keberhasilan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam mengampanyekan penyelamatan lingkungan laut pada tahun 2005 mendorong kalangan musisi menjalin kerja sama untuk melaksanakan hal yang sama bagi kesiagaan bencana lewat lagu.

Untuk itu, kelompok musisi yang dikoordinasi oleh Naif bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah mempersiapkan album berisi 14 lagu kompilasi bertema bencana. Penyusunan album lagu itu dibuat dengan berbagai aliran musik, berlangsung hingga akhir April ini.

Hal ini dilontarkan Franki Indrosworo Subrodo yang lebih akrab dipanggil Pepenk, drumer grup band Naif, dalam workshop “Science in Music” yang digelar LIPI di Jakarta, Selasa (1/4).

Menurut rencana, album ini akan direkam oleh pihak Electrified Record dan akan segera diluncurkan Oktober mendatang.

Kontribusi pengetahuan

Koordinator Public Education Compress LIPI Irina Rafliana menjelaskan, kerja sama kesiagaan bencana bareng musisi Indonesia ini bertema “Selamatkan Bumi Juga Nyawa”.

Dalam kerja sama itu, LIPI akan berkontribusi pada pemberian substansi atau pengetahuan tentang kesiagaan bencana dan promosi ke media.

Kelompok musisi yang terlibat antara lain Naif, Samsons, Netral, the Upstairs, Efek Rumah Kaca, Mocca, Busyet (Padang), dan 70’OC (Bandung). Juga, musisi dari Bali, yaitu Navicula, The Hydrant, dan Superman is Dead. Para musisi tersebut juga akan dilibatkan pada road show ke tiga daerah untuk kampanye siaga bencana, yaitu ke Bengkulu, Ternate, dan Biak.

Irina menjelaskan, keterlibatan musisi dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan LIPI telah berlangsung sejak tahun 2005, yaitu pada kampanye penyelamatan lingkungan kelautan. Mereka antara lain Naif, Mocca, dan Laluna.

Gerakan siaga bencana di Indonesia, ujar Deputi Kepala LIPI Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Hery Harjono, sebenarnya telah mulai dirintis di beberapa daerah dan di tingkat nasional, tetapi upaya itu kurang melibatkan masyarakat luas.

Di sisi lain, elemen masyarakat, termasuk pekerja seni, memiliki keinginan untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan ini secara sukarela. “Pekerja seni dapat berperan sebagai agen yang efektif dan bersifat massal dalam pemasyarakatan kesiagaan menghadapi bencana,” ujarnya. (YUN)

http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.04.02.00483756&channel=2&mn=156&idx=156

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: