Siaga Bencana Lewat Lagu

TEMPO Interaktif, : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menggandeng sejumlah musisi untuk mengkampanyekan siaga bencana. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Hery Harjono berharap lewat program Science in Music ini, masyarakat bisa lebih mengenal dan mengetahui fenomena alam yang kerap membawa bencana.

“Bagaimana membawa fenomena alam bisa dimengerti dengan mudah,” kata Hery di gedung Coremap LIPI di Jakarta kemarin. “Ini ilmu yang sulit. Mudah-mudahan dengan musik menjadi mudah diingat.”

Hery memberi contoh ketika masyarakat di Pulau Simeuleu terhindar dari tsunami pada 26 Desember 2004 berkat kearifan lokal yang terkandung dalam puisi dan lagu yang diajarkan ke generasi selanjutnya. Setiap kali terjadi gempa besar, tanpa diperintah lagi, mereka akan langsung berlari ke tempat yang lebih tinggi.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Suharsono berharap kerja sama antara peneliti dan musisi itu dapat menimbulkan suatu kekuatan yang lebih besar dalam menggerakkan masyarakat. Kerja sama ini dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara LIPI, yang diwakili Suharsono, dan PT Naif Cipta Kreatif, yang diwakili Fajar Endra Taruna.

Para musisi yang menyumbangkan lagu-lagunya dalam program itu berasal dari 12 grup musik, seperti Naif, Samsons, Netral, White Shoes, Mocca, Efek Rumah Kaca, 70 ‘OC, Navicula, Fanky Sahilatua, The Upstairs, St. Loco, BUSET, Ronald Disko, dan NGM. Album kompilasi siaga bencana Selamatkan Bumi, Juga Nyawa yang berisi 14 lagu tentang siaga bencana itu diharapkan selesai pada Mei mendatang.

LIPI, yang bertanggung jawab atas distribusi album tersebut, telah menyediakan dana Rp 50 juta untuk memproduksi 5.000 keping CD yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Franki Indrasmoro Sumbodo, drummer grup musik Naif, menyatakan, dalam program sosial ini, para musisi tidak mendapat bayaran sepeser pun. Naif memang telah beberapa kali bekerja sama dengan LIPI dalam mengkampanyekan kesiapsiagaan bencana sejak 2005. Gagasan untuk melakukan kerja sama ini juga datang dari personel Naif sejak dua tahun lalu.

“Sebetulnya Naif itu dari dulu termasuk yang peduli terhadap alam. Sayangnya, Naif identik dengan lucu, sehingga pesannya jadi tertutup,” kata Franki. “Kami telah mempunyai sekitar lima lagu bertema alam yang belum dirilis, mungkin salah satunya akan dimasukkan dalam album ini.”

l TJANDRA DEWI

1 Response so far »

  1. 1

    rivafauziah said,

    Wow… Blognya Terupdate dengan baik…
    Salam Kenal..

    Salam Cianjur


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: